Pencarian Pada Situs Ini

Memuat...

Selasa, 09 Maret 2010

SYNCHRONIZING GENERATOR

Synchronizing generator adalah memparalelkan kerja dua buah generator atau lebih untuk mendapatkan daya sebesar jumlah generator tersebut dengan syarat syarat yang telah ditentukan.

Syarat syarat dasar dari parallel generator adalah sebagai berikut :
1. Mempunyai tegangan kerja yang sama
2. Mempunyai urutan phase yang sama
3. Mempunyai frekuensi kerja yang sama
4. Mempunyai sudut phase yang sama

Dalam kerja parallel generator tidak cukup hanya berdasar pada syarat syarat diatas ada hal lain yang perlu diketahui sebagai penjabaran syarat syarat diatas . Adapun penjabarannya sebagai berikut:

1. Mempunyai tegangan kerja yang sama

Apa yang diharapkan dengan adanya tegangan kerja yang sama ? dengan adanya tegangan kerja yang sama diharapkan pada saat diparalel dengan beban kosong power faktornya 1. Dengan power factor 1 berarti tegangan antara 2 generator persisi sama .jika 2 sumber tegangan itu berasal dari dua sumber yang sifatnya statis misal dari battery atau transformator maka tidak akan ada arus antara kedunya. Namun karena dua sumber merupakan sumber tegangan yang dinamis (diesel generator) Maka power factornya akan terjadi deviasi naik dan turun secara periodic bergantian dan berlawanan. Mengapa bisa terjadi demikian ? Hal ini terjadi karena adanya sedikit perbedaan sudut phase yang sesekali bergeser karena factor gerak dinamis dari diesel penggerak.Itu bisa dibuktikan dengan membaca secara bersamaan Rpm dari kedua genset dalam keadaan sinkron misalnya Generator 1 mempunyai kecepatan putar 1500 dan generator 2 mempunyai kecepatan putar 1501 maka terdapat selisih 1 putaran / menit Dengan perhitungan 1/1500 x 360 derajat maka terdapat beda fase 0,24 derajat dan jika dihitung selisih teganan sebesar cos phi 0,24 derajat x tegangan nominal (400 V )- tegangan nominal (400 V ) dan selisihnya sekitar V dan selisih tegangan yang kecil cukup mengakibatkan timbulnya arus sirkulasi antara 2 buah genset tersebut dan sifatnya tarik menarik . dan itu tidak membahayakan.
Dan pada saat dibebani bersama sama maka power faktornya akan relative sama sesuai dengan power factor beban.
Memang sebaiknya dan idealnya masing masing generator menunjukkan power factor yang sama. Namun jika terjadi power factor yang berbeda dengan selisih tidak terlalu banyak tidak terjadi akibat apa apa. Akibatnya salah satu genset yang mempunyai nilai power factor rendah akan mempunyai nilai arus yang sedikit lebih tinggi. Yang penting diperhatikan adalah tidak melebihi arus nominal dan daya nominal dari genset.
Sebagai contoh : Jika masing masing generator memikul beban 100 kw , dimana generator 1 dengan power factor 0,85 dan yang satu mempunyai power factor 0,75. Maka dengan menggunakan rumus daya aktif didapat selisih arus dan itu tidak ada masalah, dan bisa saja dianggap bahwa generator bekerja independent dengan arus tersebut.

Pada saat generator bekerja parallel perubahan arus excitasi akan merubah power factor , jika arus excitasi diperkuat maka nilai power factor mengecil menjauhi satu, sebaliknya jika excitasi dikurangi maka nilai power factor akan membesar mendekati 1.

Pada generator yang akan diparalel biasanya didalam alternatornya ditambahkan peralatan yang dinamakan Droop kit . Droop kit ini berupa current transformer yang dipasang. disebagian lilitan dan outputnya disambungkan ke AVR. Droop kit ini berfungsi untuk mengatur power factor berdasarkan besarnya arus beban.. Sehingga pembagian beban kvar diharapkan sama pada kw yang sama.

Pada panel panel kontrol modern sudah diperlengkapi dengan modul yang mana sudah terdapat pengaturan Var generator dengan output yang disambungkan ke AVR generator . sehingga secara otomatis masing masing genset berapapun beban kw power factor akan menjadi sama dan seimbang. Hal ini diperuntukkan pada system yang mana system tersebut parallel sesaat atau transfer beban baik antara genset maupun dengan PLN.
Pada saat transfer beban secara soft transfer terjadi pemindahan beban, perubahan power factor yang kecenderungan terjadi diatur secara otomatic oleh modul tersebut, sehingga pada saat transfer beban tidak terjadi perubahan power factor yang berarti.

Pada saat ini banyak pembangkit listrik rental yang terdapat pada PLTD PLTD seluruh Indonesia, dimana pihak swasta menyewakan Gensetnya untuk menambah kapasitas daya terpasang PLN. Pada kondisi ini sedikit berbeda dengan yang diuraikan diatas yaitu masalah pembagian dan pengaturan power factor.
Pada genset rental sudah ditentukan berapa kw beban yang akan disupply dan berapa kwh energi yang akan dikirim.Pada saat mulai memparalelkan tegangan tidak harus sama, karena pengaturan kenaikan beban secara bertahap maka pengaturan penambaha excitasi juga bertahap sampai didapatkan power factor yang dikehendaki. Kita bisa mengatur sendiri power factor yang akan dioperasikan. Bisa 0,8 0,85 0,9 atau 0,95 namun pada umumnya yang lebih disukai pada power factor 0,9 . Mengapa kita bisa mengatur power factor sekehendak kita ? hal ini dikarenakan kapasitas generator PLN jauh lebih besar dibandingkan generator rental, sehingga perubahan power factor di generator rental tidak begitu mempengaruhi banyak meskipun ada.

Sebagai contoh : Beban system suatu kota atau pulau sebesar 55 mega watt dimana PLN menyediakan 50 mega dan genset rental dapat beban 5 mega , Jika power factor beban yang ada 0,9 . dimana Pada saat itu Power factor genset PLN 0,9 sedangkan rental juga diset 0,9. Jika suatu saat Power factor genset rental diturunkan menjadi 0,8 dengan mengurangi arus excitasi. Maka perubahan power factor di pembangkit PLN menjadi 0,91 . sebaliknya jika power factor genset rental diatur menjadi 1 dengan menaikkan arus excitasi, power factor pembangkit PLN menjadi 0,89 sehingga perubahan sebesar 0,01 diabaikan.

Pada saat hendak memparalelkan secara manual generator dengan Catu daya PLN yang sudah berbeban atau generator lain yang sudah berbeban, apa yang mesti dilakukan ? Jika kita menyamakan persis dengan tegangan line / jala jala,maka pada saat breaker close power factor genset akan menunjuk 1 dan beban kw akan menunjuk pada posisi 0, jika kita menambah daya output mesin perlahan lahan , maka power factor akan cenderung menuju ke kapasitif (leading) dan memungkinkan terjadinya reverse power. Untuk menghindari tersebut maka setelah sinkron penguatan excitasi dulu yang dinaikkan sampai cosphi menunjuk 0,7. seiring dengan itu naikkan daya mesin dengan menaikkan speed adjuster. Pada saat beban naik , cosphi akan naik membesar mendekati satu. Pada saat bersamaan excitasi diatur mencapai nilai 0,7 demikian seterusnya sampai mencapai nilai yang diinginkan misalnya 1000 kw pada cos phi 0,85.

2. Mempunyai urutan phase yang sama

Yang dimaksud urutan phase adalah arah putaran dari ketiga phase. Arah urutan ini dalam dunia industri dikenal dengan nama CW ( clock wise) yang artinya searah jarum jam dan CCW (counter clock wise ) yang artinya berlawanan dengan jarum jam. Hal ini dapat diukur dengan alat phase sequence type jarum. Dimana jika pada saat mengukur jarum bergerak berputar kekanan dinamakan CW dan jika berputar kekiri dinamakan CCW.
Disamping itu dikenal juga urutan phase ABC dan CBA. ABC identik dengan CW sedangkan CBA identik dengan CCW.

Perlu diketahui bahwa dalam banyak generator mencantumkan symbol R,S,T,N ataupun L1,L2,L3 ,N namun tidak selalu berarti bahwa urutan CW / ABC itu berarti RST atau L1L2L3 jika diukur urutan STR, TRS ,L2L3L1 itu juga termasuk CW/ABC .
Sebagai contoh : jika kabel penghantar yang keluar dari generator diseragamkan semua berwarna hitam dan tidak ada kode sama sekali, apakah kita bisa membedakan secara visual atau parameter listrik bahwa penghantar itu phasenya R , S , atau T tentu tidak. Kita hanya bisa membedakan arah urutannya saja CW atau CCW. Apapun generatornya jika mempunyai arah urutan yang sama maka dapat dikatakan mempunyai salah satu syarat dari parallel generator. Sehingga bisa jadi pada dua generator yang sama urutan RST pada genset 1 dapat dihubungkan dengan phase STR pada Genset 2 dan itu tidak ada masalah asal keduanya mempunyai arah urutan yang sama.

3. Mempunyai frekuensi kerja yang sama

Didalam dunia industri dikenal 2 buah system frekuensi yaitu 50 hz dan 60 hz . Dalam operasionalnya sebuah genset bisa saja mempunyai frekuensi yang fluktuatif (berubah ubah) karena factor factor tertentu. Pada jaringan distribusi dipasang alat pembatas frekuensi yang membatasi frekuensi pada minimal 48,5 hz dan maksimal 51,5 Hz. Namun pada genset genset pabrik over frekuensi dibatasi sampai 55 hz sebagai overspeed.
Pada saat hendak parallel, dua buah genset tentu tidak mempunyai frekuensi yang sama persis. Jika mempunyai frekuensi yang sama persis maka genset tidak akan bisa parallel karena sudut phasanya belum match, salah satu harus dikurang sedikit atau dilebihi sedikit untuk mendapatkan sudut phase yang tepat. Setelah dapat disinkron dan berhasil sinkron baru kedua genset mempunyai frekuensi yang sama sama persis.

4. Mempunyai sudut phase yang sama

Mempunyai sudut phase yang sama bisa diartikan , kedua phase dari 2 genset mempunyai sudut phase yang berhimpit sama atau 0 derajat. Dalam kenyataannya tidak memungkinkan mempunyai sudut yang berhimpit karena genset yang berputar meskipun dilihat dari parameternya mempunyai frekuensi yang sama namun jika dilihat menggunakan synchronoscope pasti bergerak labil kekiri dan kekanan, dengan kecepatan sudut radian yang ada sangat sulit untuk mendapatkan sudut berhimpit dalam jangka waktu0,5 detik. Breaker membutuhkan waktu tidak kurang dari 0,3 detik untuk close pada saat ada perintah close.
Dalam proses sinkron masih diperkenankan perbedaan sudut maksimal 10 derajat. Dengan perbedaan sudut maksimal 10 derajat selisih tegangan yang terjadi berkisar 49 Volt.

Jumat, 05 Maret 2010

JUAL AMF (Automatic Main Failure) dan ATS (Automatic Transfer Switch)

Bila Anda memiliki backup power atau memiliki catu daya lebih dari satu semisal anda menggunakan sumber dari PLN dan di Backup oleh Genset ( generator penggerak disel atu bensin ) tentu sering sekali harus secara bergantian untuk mennggunakan nya ,pada kebiasaannya banyak menggunakan handle Cam Switch atau sering dinamakan COS ( Change Over Switch )untuk memindah kontak sumber daya tersebut ,pada pabrik pabrik jaman dulu juga seringnya menggunakan saklar cam untuk memindahkan daya ,hal tersebut berarti di anggap secara manual dan membutuhkan operator dalam mengoprasikan pemindah daya tersebut ,dalam perkembangan tehnologi dunia elektrikal akhirnya merekayasa hal tersebut kemudian di jalankan secara Automatic yang di singkat ATS ( Auto Transfer Swith ) yang di fungsikan secara Automatic untuk memindahkan daya sesuai dengan kebutuhan tanpa menggunakan tenaga manusia untuk mengoprasikannya , pada kebiasaanya ATS akan di sertakan pula AMF ( Automatic Main Failure )atau sering di jelaskan sebagai kontrol kendali terhadap generator backup atau perintah kendali hidup mati mesin Generator ,dalam beberapa jenis ATS di bedakan menurut kapasitas daya yang di butuhkan atau berdasar Phasa dan Ampere yang melalui panel tersebut ,namun untuk perinsip kerjanya sama .


JAdi :
AMF merupakan alat yang berfungsi menurunkan downtime dan meningkatkan keandalan sistem catu daya listrik. AMF dapat mengendalikan transfer Circuit Breaker (CB) atau alat sejenis, dari catu daya utama (PLN) ke catu daya cadangan (genset) dan sebaliknya. Dan ATS merupakan pelengkap dari AMF dan bekerja secara bersama-sama.

Cara Kerja AMF dan ATS

Automatic Main Failure (AMF) dapat mengendalikan transfer suatu alat dari suplai utama ke suplai cadangan atau dari suplai cadangan ke suplai utama.AMF akan beroperasi saat catu daya utama (PLN) padam dengan mengatur catu daya cadangan (genset). AMF dapat mengatur genset beroperasi jika suplai utama dari PLN mati dan memutuskan genset jika suplai utama dari PLN hidup lagi.

Minggu, 28 Februari 2010

Driver Beban AC tanpa Relay

JASA PURIFIKASI / TREATMENT MINYAK TRAFO ON LINE SYSTEM

PEMELIHARAAN TRANSFORMER
Transformer adalah salah satu peralatan listrik yang dalam pengoperasiannya membutuhkan pemeliharaan lebih sedikit dibandingkan peralatan listrik lainnya. Seberapa besar tingkat pemeliharaannya tergantung pada besar kapasitas dari transformer tersebut, pemakain beban, penempatan instalasi dalam sistem, temperature ruangan, debu, kabut serta kondisi dari pengoperasian. Memperbaiki kerusakan transformer pada umumnya memerlukan biaya yang tinggi. Kerusakan itu juga akan menyebabkan terganggunya penyediaan tenaga listrik dengan segala akibat bagi pemakainya. Oleh karena itu perlu diusahakan untuk sedikit mungkin mengurangi terjadinya gangguan pada transformer. Faktor pertama yang penting adalah bahwa transformer yang dipesan untuk dipakai adalah sesuai dengan spesifikasi dan tujuan pemakaian yang tepat.


TUJUAN PEMELIHARAAN
Setelah transformer selesai dipasang dan telah dimanfaatkan maka sangatlah penting di lakukan pemeriksaan dan pemeliharaan secara berkala untuk mencegah terjadinya kerusakan / gangguan dengan konsekuensi pemadaman. Karena transformer pada dasarnya tidak memiliki bagian-bagian yang bergerak, kebanyakan orang beranggapan salah bahwa sebuah transformer tidak memerlukan pemeliharaan.


BEBERAPA BIDANG UTAMA PEMELIHARAAN
Frekuensi pemeriksaan dan pemeliharaan sebuah transformer pada umumnya tergantung pada besarnya daya dan pentingnya transformer itu dalam suatu sistim. Sebuah transformer dalam pengoperasiannya harus memerlukan biaya pemelihraan. Lagi pula sebuah transformer yang besar biasanya dilengkapi dengan peralatan yang pada gilirannya memerlukan pemeliharaan berkala.pemelihraan berkala menjamin sebuah transformer berada dalam kondisi yang baik

 ANALISA KEGAGALAN MINYAK TRANSFORMATOR
Isolasi berfungsi untuk memisahkan bagian bagian yang mempunyai beda tegangan agar supaya diantara bagian bagian tersebut tidak terjadi lompatan listrik (flash-over) atau percikan (spark-over). Kegagalan isolasi pada peralatan tegangan tinggi yang terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinyuitas sistem menjadi terganggu. Dari beberapa kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kegagalan isolasi ini berkaitan dengan adanya partial discharge. Partial discharge ini dapat terjadi pada material isolasi padat, material ioslasi cair dan juga material isolasi gas. Mekanisme kegagalan pada material isolasi padat meliputi kegagalan asasi (intrinsik), elektro mekanik, streamer, termal dan kegagalan erosi.



PEMERIKSAAN OLI TRANSFORMER
Pemeriksaan tegangan tembus oli transformer
Oli transformer berguna untuk mengisolasi tegangan antara winding dan core, body antara bagian-bagian yang bertegangan lainnya.( isolator ) dan Oli juga berfungsi untuk memindahkan panas yang ditimbulkan oleh core dan winding keperalatan pendingin ( pendingin ) Oli dalam tansformer lambat laun akan mengalami pencemaran sesuai dengan umur pakainya. Penyebabnya adalah, oli akan beroksidasi bila terjadi hubungan langsung dengan udara dan prosesnya akan dipercepat dengan kenaikan temperature( kondensasi ). sedangkan kontak dengan metal didalam tangki akan menimbulkan percampuran dengan logam tembaga, besi, kertas dan larutan varnis. Tindakan untuk mencegah terjadinya pencemaran karena oksidasi pada oli trasformer adalah :
Menghindarkan hubungan langsung oli dengan udara. untuk itu dibuat konservator yang berfungsi mencegah kontak langsung antara oli dengan udara luar Uap air juga mencemari. oli transformer, oleh sebab itu dipasang dehydrating breather yang diisi silicagel. Tangki yang tertutup rapat ( hermetically sealed) dan diisi dengan nitrogen.tangki yang tertutup rapat dan diisi oli sampai penuh ( totally filled). Karena pentingnya oli transformer, maka perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala, IEC-156 (SPLN -1/1982), tegangan tembus (dielectric strength) untuk :
1. Oli transformer sebelum diolah > 30 KV / 2,5 mm
2. Oli yang telah diolah > 50 KV / 2,5 mm
3. Oli yang telah digunakan > 30 KV / 2,5 mm
Pengukuran tingkat isolasi minyak transformer (tegangan tembus)
Pengukuran ini di anjurkan untuk dilakukan rutin setiap tahun sekali, dengan langkah sebagai berikut : bukalah kran yang berada dibagian bawah dasar tangki, setelah mengalir keluar 1 atau 2 liter segera ditutup, kemudian dari sini diambil contoh secukupnya untuk memenuhi tester, tester yang dimaksud mempunyai elektroda-elektroda bulat dengan diameter 12,5 mm dan terpisah satu sama lain dalam jarak 2,5 mm Harga rata-rata, dari beberapa kali test tersebut diambil hasilnya. Harga ini harus serendah-rendahnya (30KV/2,5 mm). Jika dibawah harga ini maka minyak tersebut harus di lakukan PURIFIYING/ TREATMENT atau kalau oil trafo sudah lebih dari 10 tahun beroperasi dan warna oil trafo sudah coklat kehitaman, maka di anjurkan untuk segera di ganti dengan yang baru. Proses purifikasi minyak trafo bertujuan untuk meningkatkan nilai tegangan tembus oli transformer .
Sekian …………….

STANDART OPERATIONAL PROSEDURE (SOP) OPERASI PADA POSISI MANUAL





1. LANGKAH INI DI LAKUKAN JIKA PADA SAAT PLN PADAM , DIESEL TIDAK BISA STARTING SECARA OTOMATIS / AMF—ATS
2. RUBAH POSISI SAKLAR AUTO KE POSISI MANUAL PADA PANEL DI RUANG GENSET
3. TOMBOL STARTING DIESEL , DIESEL AKAN HIDUP / OPERASI .
4. BREAKER GENSET PADA PANEL INDUK AKAN MASUK SECARA OTOMATIS .
5. PADA SAAT PLN HIDUP , MAKA MATIKAN DIESEL DENGAN MENEKAN TOMBOL STOP DIESEL .
6. TOMBOL TERUS SAMPAI DIESEL MATI .
7. MASUKKAN BREAKER LOBI I SECARA MANUAL DI PANEL INDUK PLN .
8. APABILA PANEL OTOMATIS PLN DAN GENSET TIDAK BERFUNGSI LAPORKAN KE TEKNISI CV. BISMA PERKASA

STANDART OPERATIONAL PROSEDURE (SOP) PENGOPERASIAN GENSET 200 KVA


OPERASI PADA POSISI OTOMATIS  / AMF—ATS

1. APABILA PLN PADAM , MAKA DELAY 5 DETIK GENSET AKAN HIDUP SECARA OTOMATIS
2. BREAKER GENSET AKAN MASUK , JARINGAN LISTRIK DI SUPLAY OLEH GENSET
3. BREAKER MILIK LOBY I  PADAM SECARA OTOMATIS , INI DI KARENAKAN GENSET TIDAK MAMPU MEMIKUL BEBAN LISTRIK SEMUA DI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI .
4. APABILA LISTRIK DARI PLN HIDUP , MAKA DELAY WAKTU 5 DETIK BREAKER PLN AKAN MASUK SECARA OTOMATIS .
5. GENSET MASIH HIDUP SELAMA 2 MENIT , PROSES RECOOLING PADA MESIN DIESEL , SETELAH 2 MENIT GENSET AKAN MATI SECARA OTOMATIS .
6. LANGKAH LANGKAH YANG HARUS DI PERHATIKAN OPERATOR GENSET :

A. MEMONITOR SOLAR / BAHAN BAKAR AGAR TIDAK HABIS / KOSONG
                 ( HARUS PENUH )
B. MELIHAT DAN MENGAWASI MESIN DIESEL APABILA ADA KEBOCORAN
C. MEMANTAU SAAT MESIN DIESEL HIDUP APAKAH ADA SESUATU YANG TIDAK         NORMAL
D. MEMANTAU PUTARAN DIESEL / TEMPERATUR / TEGANGAN LISTRIK / FREK                    WENSI

BAHAYA PETIR

Hantaman Petir , Pelepasan Arus sebesar antara 30.000 sd 60.000 A . pelepasan terjadi sangat cepat sesuai dengan waktu tercapainya arus maksimum yang di curahkan sebagai arus petir , yakni 1/100 sampai dengan 1000 micro sekon/ det . Dengan waktu secepat itu tak mungkin arus petir dapat melebur hantaran pentanahan dan instalasi penyalur petir . Seandainya terjadi hantaran petir pada jaringan listrik yang tiangnya di tanahkan dengan tahanan penyalur ( overgangsweerstand ) sebesar 10 ohm . Akan timbul tegangan sekunder 10 x 60.000 x 400 Volt yang akibatnya baik instalasi listrik maupun isolator akan diloncati dengan mudah dan akan merusak semua jaringan instalasi listrik yang di dekatnya .

Memperhitungkan Tahanan Pentanahan untuk Pentanahan Jaringan Listrik tegangan menengah 20 kVolt
Dari tegangan kerja 20 kV di tentukan factor keamanan 6 x dus tegangan tembusnya terjadi pada tegangan :
6 x 20.000 Volt = 120.000 Volt , Rata rata Arus Petir Ir = 30.000 A , sehingga besarnya tahanan penyalurnya sebaiknya 4 Ohm .
Sehingga Resistansi / Tahanan Tanah untuk penyalur Petir sesuai dengan normalisasi ketentuan PUIL tidak boleh melebihi 5 Ohm

BAHAYA YANG DI TIMBULKAN HANTARAN PETIR
MERUSAK PERALATAN LISTRIK , KOMPUTER , PABX , SERVER , INTERNET , CCTV , UPS , SISTIM KOMUNIKASI , TELEVISI , PANEL LISTRIK , ANTENA PARABOLA , ANTENA TELEVISI . DLL
BAHAYA KEMATIAN BAGI MANUSIA YANG DI LALUI NYA ATAU KENA INDUKSINYA . !!!!

PESAN SINGKAT
PERIKSAKAN RUTIN SISTIM PENYALUR PETIR SETIAP 1 TAHUN SEKALI .
PERIKSAKAN RUTIN GROUNDING / PENTANAHAN PENYALUR PETIR SETAP 1 TAHUN SEKALI .
SEGERA PERBAIKI SISTIM PENYALUR PETIR ANDA APABILA TERJADI KERUSAKAN / PUTUS / HILANG .
INGAT HANTARAN PETIR ITU SANGAT BERBAHAYA BAGI KERUSKAN PERALATAN MAUPUN JIWA MANUSIA

TREATMENT MINYAK TRAFO (On Line System dengan Teknologi Heat Transfer Oil )

KEGAGALAN MINYAK TRANSFORMATOR

Isolasi berfungsi untuk memisahkan bagian bagian yang mempunyai beda tegangan agar supaya diantara bagian bagian tersebut tidak terjadi lompatan listrik (flash-over) atau percikan (spark-over). Kegagalan isolasi pada peralatan tegangan tinggi yang terjadi pada saat peralatan sedang beroperasi bisa menyebabkan kerusakan alat sehingga kontinyuitas sistem menjadi terganggu. Dari beberapa kasus yang terjadi menunjukkan bahwa kegagalan isolasi ini berkaitan dengan adanya partial discharge. Partial discharge ini dapat terjadi pada material isolasi padat, material ioslasi cair dan juga material isolasi gas. Mekanisme kegagalan pada material isolasi padat meliputi kegagalan asasi (intrinsik), elektro mekanik, streamer, termal dan kegagalan erosi.
.
Oli transformer berguna untuk mengisolasi tegangan antara winding dan core, body antara bagian-bagian yang bertegangan lainnya.( isolator ) dan Oli juga berfungsi untuk memindahkan panas yang ditimbulkan oleh core dan winding keperalatan pendingin ( pendingin ) Oli dalam tansformer lambat laun akan mengalami pencemaran sesuai dengan umur pakainya. Penyebabnya adalah, oli akan beroksidasi bila terjadi hubungan langsung dengan udara dan prosesnya akan dipercepat dengan kenaikan temperature( kondensasi ). sedangkan kontak dengan metal didalam tangki akan menimbulkan percampuran dengan logam tembaga, besi, kertas dan larutan varnis. Tindakan untuk mencegah terjadinya pencemaran karena oksidasi pada oli trasformer adalah  :



Menghindarkan hubungan langsung oli dengan udara. untuk itu dibuat konservator yang berfungsi mencegah kontak langsung antara oli dengan udara luar Uap air juga mencemari. oli transformer, oleh sebab itu dipasang dehydrating breather yang diisi silicagel. Tangki yang tertutup rapat (hermetically sealed) dan diisi dengan nitrogen.tangki yang tertutup rapat dan diisi oli sampai penuh (totally filled). Karena pentingnya oli transformer, maka perlu dilakukan pemeriksaan secara berkala, IEC-156 (SPLN -1/1982), tegangan tembus  (dielectric strength) untuk :



1. Oli transformer sebelum diolah > 30 KV / 2,5 mm
2. Oli yang telah diolah > 50 KV / 2,5 mm
      3. Oli yang telah digunakan > 30 KV / 2,5 mm






JASA PELAYANAN



  1. Pengadaan / Perawatan dan Perbaikan Genset
  2. Pembuatan / Perbaikan Panel AMF– ATS / Panel Distribusi
  3. Perbaikan dan Perawatan Motor Generator dan Transformator
  4. Purifikasi / Treatment Transformator on line
  5. Pemasangan Penangkal petir konvensional / radioaktif
  6. Pemasangan Instalasi Listrik . TR dan TM
  7. Pengujian kelayakan Distribusi Listrik dgn Infra red termozoom
  8. Pengadaan / perbaikan AC split / sentral
  9. Pengadaan / perbaikan komputer / software / hardware
  10. Pembuatan / perbaikan panel hydrant / fire alarm
  11. Penyewaan genset open / silent ( perhari / perbulan )
  12. Jasa perancangan mekanikal dan elektrikal industri / Instansi
  13. Pemasangan lampu jalan / lampu taman industri/ Instasi
  14. Pemasangan CCTV dan sistim proteksi
  15. Tune up / Over houl diesel generator set
  16. Tune up / Over houl mesin diesel / truck / bus
  17. Perbaikan AVR generator 3 fase / 1 fase
  18. Pemasanagn / perbaikan panel UPS dan Instalasinya
  19. Perbaikan mesin industri / alat , mesin kantor dll
  20. Pemasangan tower / tendon air dan sistim otomatis pompa

Sabtu, 27 Februari 2010

MAINTENANCE GENSET


Perawatan rutin berkala dan perbaikan  / overhaul genset, mulai penggantian oil diesel, penggatian filter oil diesel , pengetesan dan kalibrasi boschpump, pengetesal dan kalibrasi injector /nozel, skur klep, tune up, oversize, under size, redondisi diesel, penyewaan genset,  kami  menjamin genset anda akan mampu beroperasi dengan kondisi yang prima dan siap untuk beroperasi dengan beban listrik ( stanby power / Continus power )